Jauh sebelum ilmu pengetahuan berkembang seperti sekarang ini, manusia telah mempraktekan "ilmu kimia", meskipun pada dasarnya masih terbatas pada cara-cara pengolahan benda(materi) yang diawali dari kegiatan coba-coba dan dilakukan dalam rangka mempertahankan hidup. sebagai contoh, sekita 3500 tahun sebelum masehi bangsa Mesir kuno telah mengetahui cara mengawetkan mayat, cara membuat anggur, cara membuat keramik, cara mengolah tembaga, serta cara meramu obat-obatan dan zat pewarna. akan tetapi pada saat itu belum ada penjelasan logis yang berkaitan dengan hakekat materi dan cara-cara yang mereka lakukan.
Seiring dengan berkembangnya peradaban umat manusia dan didukung oleh pemikiran-pemikiran para ahli filsafat, akhirnya kajian tentang hakekat materi dan fenomena-fenomena alam pada umumnya mengalami perkembangan yang pesat.


